APLIKASI STELLARIUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

A. Masalah dalam Pembalajaran Geoastronomi

Sub mata pelajaran astronomi dalam geografi ataupun fisika merupakan mata pelajaran yang menyenangkan, menakjubkan dan menarik, akan tetapi cover dari materi ini dan keabstrakan media pembelajaran menjadi masalah utama yang menyebabkan materi ini dianggap membosankan dan sukar di pelajari.
Geoastronomi mempelajari tentang benda-benda luar angkasa, terutama perbintangan. Mulai dari nama rasi bintang, posisi bintang, orbit bintang, dan kegunaan dari suatu rasi bintang. Dalam penyampaian materi ini di jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah masih dalam bentuk ilmu implisit, yaitu ilmu yang tidak seutuhnya disampaikan, jadi yang disampakan hanyalah dasar-dasar dan sekilas pandang tentang materi ini. Materi hanya berisi nama-nama bintang atau bahkan di jenjang sekolah menengah atas materi yang disampaikan hanya berisi hitungan-hitungan dan angka-angka sukar untuk mencari jarak antar bintang. dengan demikian seringkali materi ini justru dianggap sebagai momok atau pelajaran yang membosankan karena keabstrakan materinya.
Belum lagi bila pemateri/guru penyampai adalah tipe guru dengan suara pelan, bercerita membosankan dan bahkan galak dalam mengajar, hal ini akan menjadi kendala tambahan bagi penyampaian dan besar materi yang akan diserap oleh siswa terkait mata pelajaran geoastronomi. Siswa jaman sekarang biasanya memandang segala sesuatu dari cover-nya, begitupula sudut pandang terhadap mata pelajaran di sekolah. Hal ini menjadi tugas bagi penyampai bagaimana mengemas materi pelajaran menjadi menarik untuk diperhatikan, sehingga semangat untuk mengikuti mata pelajaran tersebut menjadi meningkat.
Bagaimana cara mengemas materi abstrak ini menjadi menarik untuk dikaji oleh siswa, begitupula dalam geoastronomi yang mempelajari tentang objek yang jauh dan tidak bisa diteliti dengan jarak dekat tanpa alat perantara. Ini menyulitkan dalam cara penyampaian materi dengan menarik sehingga pelajaran menjadi efektif. Masalah-masalah ini perlu diselesaikan dengan cepat, mengingat bahwa astronomi juga memiliki peran yang penting dalam relasinya dengan perkembangan teknologi, ilmu kosmologi, dan sebagainya. Bila dalam ilmu ini berhenti maka sampai kapanpun Indonesia tidak akan cukup canggih untuk menguasai ilmu kosmologi dan perkembangan teknologi yang berhubungan dengannya. Dalam kesatuan ilmu yang mempelajari tentang benda-benda langit, astronomi juga digunakan untuk memprediksi cuaca, mengetahui peredaran benda-benda langit dan menentukan arah mata angin.
Mengingat kembali pentingnya ilmu ini maka perlu dalam pengenalan awal ilmu ini terhadap generasi muda diperjelas sehingga ilmu ini dapat diterima dan menarik untuk dipelajari. Karena negri ini juga butuh astronom, astronot, dan para ahli kosmologi dan astronomi merupakan ilmu wajib untuk menjadi para ahli tersebut.

B. APLIKASI PROGRAM STELLARIUM
Salah satu sarana/media pembelajaran penunjangan dalam pengajaran geoastronomi adalah adanya planetariun atau observatorium untuk mengamati luar angkasa dalam jarak dekat. Namun kendala lain yang kemudian timbul adalah setiap kota belum tentu memiliki observatorium, bahkan di kota-kota besar pun belum tentu memiliki observatorium. Di Indonesia observatorium hanya terdapat di beberapa kota, tidak setiap provinsi memilikinya. Keterbatasan sarana ini menjadi masalah dalam media pembelajaran yang efektif.
Pada tahun 2001 programmer Perancis bernama Fabien Chereau meluncurkan software yang bertajuk tentang astronomi dengan judul Stellarium. Stellarium dikembangkan dibawah lisensi GNU (General Public License), software ini memiliki kode sumber (source code) yang terbuka (open source) dan bebas (free) digunakan oleh siapapun untuk berbagai tujuan. Tidak hanya untuk pengguna Linux, software ini juga dapat digunakan untuk pengguna Windows dan Mac OS. Pada Mei 2006 proyek ini dinyatakan sebagai Project of The Mounth (Proyek Bulan Ini) oleh SourceForge, sebuah situs pengembang perangkat lunak Free dan Open Source Software (FOSS). Pada tahun yang sama Stellarium meraih penghargaan untuk kategori pendidikan dalam kompetisi aplikasi bebas (free software) bertajuk Les Trophees du Libre.
Penemuan ini menjadi solusi utama memecahkan masalah media pengajaran astronomi di seluruh dunia, termasuk di dalamnya Indonesia. Adanya stellarium memudahkan pengajar dalam menyampaikan materi astronomi tanpa perlu bersusah-susah menganalogikan bintang dengan benda atau membawa anak didiknya ke observatorium. Jendela luar angkasa dapat dibuka dengan mudah hanya dengan satu layar. Selain itu animasi yang ditampilkan oleh program ini juga dalam bentuk 3D sehingga semakin mudah pelajaran dapat diterima selain itu hal ini juga membuat astronomi menjadi pelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk dipelajari.
Kelengkapan fitur yang dimiliki oleh program ini semakin menunjang kemudahan dan kenyamanan pengguna dalam memanfaatkan aplikasinya, selain nama rasi bintang dari barat misalnya, program ini juga memiliki tata nama rasi bintang china, korea, aztek, yunani, norwegia, dan masih banyak lagi. Sehingga hal ini dapat memperluas pengetahuan siswa dan dengan gambar animasi khayal rasi bintang yang menarik akan menambah minat serta pemahaman siswa. Selain dilengkapi pula dengan grid ekuatorial, garis rasi bintang, label rasi bintang, tempat/lokasi yang pengguna kehendaki, ada juga pengatur waktu untuk mengamati pergerakan suatu bintang dari waktu ke waktu sehingga dapat ditentukan posisi garis edarnya.
Dari segi keilmuan yang dimiliki oleh aplikasi program ini cukup memberi ilmu yang lebih dan jaminan kejelasan bagi siswa yang menerimanya. Dengan berbagai fitur pendukung yang membuat ilmu yang ada dalam kemasan software Stellarium ini menjadikan ilmu yang disampaikan dapat diserap secara optimal karena cara penyampaian yang memberi posisi “nyaman” pada si penerima ilmu tersebut.

C. CARA MENGGUNAKAN APLIKASI DALAM PEMBELAJARAN
Penggunaan program aplikasi ini sangatlah mudah, seperti halnya membuka dan mengaplikasikan program lain. Cukup dengan membuka program dengan double click kemudian Anda dapat menyesuaikan tampilan program awal seperti tampilan yang Anda kehendaki.
Pada jendela awal membuka Stellarium akan muncul gambar tersebut kemudian masuk ke tampilan awal berupa landscap langit beserta tanah, jika ingin memunculkan rasi bintang cukup meng klik menu yang berada pada menubar dibawah landscap. Dengan variasi rasi bintang, nama rasi bintang, animasi rasi bintang, tukar antara puncak ekuatorial dengan azimut, modus malam, grid equatorial, grid azimuth, tanah, atmosfer, mata angin, dan masih banyak lagi. Selain dari fitur tersebut juga terdapat fitur pengaturan waktu pengamatan, pencarian objek, pengaturan landscape, pengaturan tampilan bahkan pemilihan tata nama astronomikal dari berbagai bangsa.
Dengan kelengkapan tersebut pendiskripsian terkait objek yang disampaikan akan lebih mudah dipahami. Selain fitur tersebut, Stellarium juga dilengkapi dengan data objek, yang berisi magnitude, jarak, paralaks, sudut, ketinggian dan sebagainya. Hal ini akan memudahkan dalam penghitungan jarak objek satu dengan objek yang lain. Dalam penyampaiannya di ruang belajar-mengajar akan lebih kondusif lagi bila menggunakan LCD, karena akan memberi kejelasan lebih pada para penerima materi khususnya siswa sekolah dasar dan menengah. Semakin menarik dan lengkap media pembelajaran maka materi yang dapat terekam oleh memori otak akan semakin besar, dan ini memberikan kontribusi dalam perkembangan ilmu tersebut di Indonesia.

D. MANFAAT STELLARIUM DALAM PEMBELAJARAN

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa dalam proses penyerapan materi yang dapat diterima oleh siswa adalah melalui audio, visual, dan audio-visual. Penangkapan materi antara audio, visual dan audio visual lebih besar presentasinya pada audio-visual, karena arah sudut pandang penyerapan materi yang berbeda ini akan memberikan keuntungan pada si penerima materi. Pendiskripsian hasil pembelajaran yang diterima oleh audio-visual akan lebih membekas di memori, sehingga selain mudah dipahami juga mudah di ingat.
Disini letak audio adalah pada guru sebagai penyampai materi dan visualnya adalah media yang digunakan pemateri dalam menyampaikan materi tersebut, yang tentunya disini adalah media Stellarium dalam pembelajaran astronomi. Ketika materi disampaikan oleh guru dan media pendukung Stellarium digunakan materi astronomi yang dulunya abstrak akan terlihat lebih jelas dengan adanya media ini, sehingga pemahaman siswa tentang hal tersebut menjadi lebih.
Manfaat dari pembelajaran dengan media ini tentunya adalah dari segi ekonomis akan lebih mudah, karena siswa tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk pergi ke planetarium atau observatorium untuk mendalami ilmu astronomi. Dari segi keilmuan sendiri penggunaan Stellarium ini dinilai cukup efektif dan memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh setiap orang yang mempelajari ilmu tersebut bahkan ilmuan sekalipun dapat memperoleh informasi cukup lengkap dengan aplikasi ini.
Dalam kegiatan belajar-mengajar di bangku sekolah Stellarium memiliki peran penting yang mampu menggantikan observatorium, bahkan dapat memfasilitasi lebih dari observatorium, karena kelebihan yang dimilikinya. Stellarium sebagai media pembelajaran rekreatif yang membuat siswa dapat menerima pelajaran tanpa paksaan atau terbebani.

About rekamirandani 68 Articles
Hello guys... Welcom to my blog Reka Mirandani

Be the first to comment

Leave a Reply